Mencicipi Sedapnya “Chicken Soup for The Mother’s Soul”

20181122_214720

Dear Mommies,

Beberapa waktu yang lalu saya membeli sebuah buku yang sebetulnya sudah saya inginkan sejak SMA (atau bahkan SMP), namun saat itu saya tidak memiliki cukup keberanian untuk membaca atau membelinya. Karena status saat ini adalah seorang ibu, maka saya lewati beberapa buku di awal dan langsung menuju buku untuk para ibu, yaitu Chicken Soup for The Mother’s Soul. Berbeda dari buku-buku saya sebelumnya, saya membeli buku ini secondhand alias buku bekas. Ya, membeli buku bekas menjadi pengalaman baru bagi saya. Sebelumnya saya hanya membeli buku baru, baik secara offline ataupun online. Namun sejak saya mengenal metode Charlotte Mason yang mengedepankan literasi, saya menjadi lebih terbuka untuk menerima buku apapun entah baru maupun lama selama buku tersebut adalah Living Books. Untuk buku Chicken Soup for The Mother’s Soul ini saya beli di salah satu toko daring di instagram. Setelah mengikuti berbagai akun akhirnya saya menemukan toko daring yang berasal dari jogja, lumayan, untuk menghemat ongkos kirim 🙂

Kembali pada buku. Belum banyak halaman yang saya lahap, namun banyak hal yang bisa saya serap dan refleksikan dari cerita pendek dalam buku. Hangat rasanya membaca mengenai cinta dan kasih sayang ibu yang tertoreh dalam kisah-kisah ini. Saya akan menuliskan salah satu cerita yang saya sukai.


Kebanyakan Anak Hanya Dilahirkan Sekali

Sebelum kau diciptakan, aku menginginkanmu

Sebelum kau dilahirkan, aku mencintaimu

Sebelum kau di sini sejam, aku rela mati untukmu

Itulah mukjizat cinta

– Maureen Hawkins –

Ibu selalu ada jika kau memerlukannya. Ia membantu, melindungi, mendengarkan, menasehati, dan merawat secara lahir dan batin. Ia memastikan keluarganya dicintai selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, 52 minggu setahun. Setidaknya begitulah aku mengingat ibuku, selama beberapa tahun berharga saat aku beruntung memilikinya. Tapi tak ada kata-kata yang dapat menggambarkan pengorbanan yang dilakukannya berkat cintanya padaku, anaknya yang masih muda.

Aku berusia 19 tahun, dan aku dibawa ke kamp konsentrasi bersama sekelompok besar orang Yahudi lainnya. Jelas kami ditakdirkan untuk mati. Tiba-tiba ibuku menggantikanku, bertukar tempat denganku. Dan meskipun kejadiannya lebih dari 50 tahun yang lalu, aku tak akan melupakan kata-katanya yang terakhir padaku dan pandangan perpisahannya.

“Ibu sudah hidup cukup lama. Kamu harus bertahan hidup karena kamu masih muda,” katanya.

Kebanyakan anak hanya dilahirkan sekali. Aku diahirkan dua kali—oleh ibu yang sama.

Joseph C. Rosebaum


 

Masih ada banyak lagi cerita inspiratif di dalam buku ini, namun bisa dibilang saya menyukai setting cerita masa lampau. Karena selain belajar mengenai sejarah, saya juga bisa makin bersyukur untuk apa yang bisa kita nikmati di masa kini.

Apakah mommies tertarik membaca buku Chicken Soup for The Mother’s Soul ini? Atau…. mommies sudah membaca llengkap seluruh buku seri Chicken Soup? Silahkan tulis di kolom komentar pesan dan kesannya ya moms…. 😉

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s